28.7 C
Bandung
Monday, August 10, 2020
Home ALBUM “Moar”, EP Perpanjangan Napas Shewn di Belantika Musik Indonesia

“Moar”, EP Perpanjangan Napas Shewn di Belantika Musik Indonesia

Empat hingga lima tahun lalu, nama Shewn seringkali terpampang di berbagai gig sidestream yang diadakan di Kota Malang. Band post-hardcore/alternative rock yang debut di tahun 2015 dengan album “At Home Drowning” ini seiring berjalannya waktu, harus menelan pil pahit karena kesibukan masing-masing personel yang menyebabkan unit tersebut harus masuk masa hiatus. Wacana untuk menelurkan EP “Moar” yang telah didengungkan sirka 2017 akhirnya baru bisa terlaksana di tahun 2020. Berisikan 3 track yang direkam di tahun 2017, Shewn mengangkat kembali lanskap musik post-hardcore nan angsty lewat berbagai kanal musik digital di tanggal 10 Maret 2020.

Shewn sempat tampil dalam gig reuni saat Emo Night Malang terlaksana awal tahun ini. Kesempatan berkumpul lagi itulah yang digunakan para pemuda ini untuk merilis “Moar”. “Salah satu pemicunya mungkin karena ada tawaran main di acara Emo Night Malang sih yang bikin kita bisa ngumpul lagi. Karena sebenarnya obrolan untuk merilis Moar ini uda sering tercelatuk tapi momennya belum ada karena kita juga masih riweuh sama kesibukan masing-masing,” ungkap mereka.

Membawa aransemen musik yang lebih sederhana dibandingkan album terdahulu, “Moar” yang terdiri dari “Alongside Me”. “Climates” dan “Detached” juga mengusung lirik-lirik lugas yang ditulis berdasarkan pengalaman yang dialami di kehidupan sehari-hari anggota Shewn. “Alongside Me” menceritakan tentang waktu yang terus berjalan dan orang-orang di sekitar kita yang harus pergi. “Climates” berisikan wejangan pada mereka yang sedang pada titik terendah agar tidak merasa sendiri karena masa-masa kelam pun akan berubah seperti iklim atau cuaca. Sedangkan “Detached” adalah sebuah analogi tentang seseorang yang menyakiti orang-orang di sekitarnya karena mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

Perilisan EP ini selain membuktikan eksistensi Shewn sebagai sebuah band, juga menjadi tolok ukur apakah para pendengar yang dahulu menikmati album pertama juga bisa kembali mengonsumsi “Moar”. EP ini menyaksikan Shewn tumbuh secara personal dengan tingkat kedewasaan dan tingkat toleransi yang berbeda dibandingkan dengan debut mereka. Respon awal yang cukup positif membuat Shewn semakin mantap untuk konsisten menghasilkan karya-karya baru, meskipun para anggotanya tersebar di berbagai kota. “Kita inginnya masih bisa terus produktif bermusik, terlepas apa kita masih berada di satu kota apa ngga,” tukas Shewn. “Moar” sudah bisa didengarkan di berbagai wadah streaming digital seperti Spotify, Apple Music, Youtube Music, dan lain sebagainya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

“After All”: Interpretasi Ulang Dari Sebuah Cerpen

Terinspirasi dari cerpen Behind The Photographs yang ditulis oleh Tamia Setia Tartila, Pangestuning merilis sebuah lagu yang berjudul “After All”. Dalam proses...

Jengah Hubungan Penuh Drama, CJ dan Anggie Fairy Rilis “Gunting Batu Kertas”

Setelah merilis single “Kolaborasi/Eksploitasi” setahun lalu, “CJ” Camelia Jonathan kembali merilis karya di tengah pandemi global COVID-19. Tanggal 31 Juli 2020, single...

Kontemplasi dan Refleksi Dimas Tasning Lewat Single Kedua , ‘The Glide”

Jakarta, 30 Juli 2020 - Setelah berhasil merilis lagu debut “Sway” pada bulan Mei 2020 kemarin, musisi/produser pendatang baru Dimas Tasning kembali...

Halusinasi Mafia di masa Pandemi

Terbentuk awal Juni 2017 oleh Wahyu insani Akbar (Drum), Bobby (Guitar), Albertus Rio (Bass), Rebecca Hangewa (Vocal), dan MTH Fajar (Keyboard). Di...